Selasa, 10 Januari 2017

Profil Tokoh: Sultan Iskandar Muda


                                                       Gambar: Sultan Iskandar Muda



Sebagaimana diketahui bahwa kisah-kisah tentang pahlawan atau aksi-aksi kepahlawanan selalu saja menarik untuk dibahas hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya komik-komik,buku cerita,dan film yang beredar mengangkat kisah pahlawan tidak hanya dikalangan anak-anak namun juga dikalangan orang-orang dewasa juga menyukai kisah-kisah mengenai pahlawan, karena itulah penulis pada artikel kali ini tertarik ingin menulis tentang kisah pahlawan dengan tema yaitu “Profil tokoh: Sultan iskandar muda.” Penulis akan mencoba untuk merangkum kisah ini dengan lengkap secara sistematis dan terstruktur berdasarkan data dan informasi yang penulis miliki agar memudahkan para pembaca sekalian dalam memahami dan mengikuti alur cerita,baiklah kita langsung saja.

Bagi masyarakat indonesia siapa yang tidak mengenal sosok Sultan iskandar muda, ya, beliau adalah pahlawan nasional indonesia asal aceh yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 077/TK/ Tahun 1993 tanggal 14 September 1993, Sultan iskandar muda dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Pemerintah RI serta mendapat tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana (Kelas II),sebagai wujud pernghargaan terhadap dirinya.

Nama sultan iskandar muda diabadikan sebagai nama jalan di sejumlah daerah di tanah air juga sebagai nama untuk kapal perang milik indonesia yaitu “KRI Sultan Iskandar Muda”, “Bandara internasional Sultan iskandar muda” dan “Kodam Iskandar muda Nanggroe aceh darussalam”,juga menjadi nama salah satu SMP dan SMA di aceh. Sultan iskandar muda lahir di banda aceh pada tahun 1593,sultan sendiri mengandung makna ialah pemegang kekuasaan/pemangku kekuasaan (The power holdings) dan nama kecilnya adalah perkasa alam, dari pihak ibu sultan iskandar muda merupakan keturunan dari Raja Darul Kamal, sedangkan dari pihak ayah ia merupakan keturunan Raja Makuta Alam.

Darul-Kamal dan Makuta Alam pada zaman dahulunya merupakan dua tempat pemukiman bertetangga yang dipisahkan oleh sungai Iskandar muda seorang diri mewakili kedua cabang dari daerah tersebut yang berhak sepenuhnya untuk menduduki tahta, gabungan kedua daerah tersebutlah merupakan asal mula Nanggroe Aceh Darussalam.


Ibunya bernama putri Raja indra bangsa atau nama lainnya Paduka syah alam yang merupakan anak dari Sultan alauddin riayat syah, sultan aceh ke-10,ibu sultan iskandar muda putri raja indra bangsa menikah dengan sultan mansyur syah, putra dari sultan abdul jalil yang merupakan putra dari sultan alauddin riayat syah al-kahhar, sultan aceh ke-3, jadi memang sebenarnya ayah dan ibu dari sultan iskandar muda itu sendiri sudah merupakan sama-sama pewaris dari kerajaan dan iskandar muda sendiri sudah terbiasa dengan kehidupan istana.

Pada tahun 1604 sultan saidil mukammil turun tahta dan keadaan tersebut menjadi tidak kondusif bagi sultan husin (saudara laiki-laki dari sultan iskandar muda) dan sultan iskandar muda,sultan husin yang kala itu bertugas sebagai wakil sultan untuk saidil mukammil memerintahkan untuk menangkap sultan iskandar muda, loh kenapa bisa? karena tuduhan menghasut, lalu perkasa alam dipenjarakan sementara keadaan kerajaan ketika itu sedang lemah karena adanya kekacauan di aceh,hal itulah yang langsung dilirik oleh portugis dan berusaha menyiapkan armadanya untuk menyerang aceh. Melihat kondisi tersebut sultan iskandar muda mengirimkan surat kepada sultan husin untuk membebaskannya,agar ia dapat membantu menyerang portugis dan permintaanya itu dikabulkan oleh sultan sehingga ia dibebaskan dari penjara.

Dipimpin oleh Admiral Alfonso Del Castro portugis melawan kekuatan perkasa alam,dalam pertempuran tersebut portugis berhasil dikalahkan oleh sultan iskandar muda dan pasukannya yang kemudian mengusir portugis dari daerah aceh, setelah peristiwa tersebut iskandar muda menduduki tahta kerajaan pendudukan kerajaan tersebut didukung oleh orang-orang besar,salah satu keunggulan dari pemerintahan sultan iskandar muda adalah keberaniannya untuk melawan para penjajah yang ingin menguasai perdagangan di nusantara hal inilah yang mempengaruhi kebijakan-kebijakan sultan untuk mengatur perdagangan.


Sultan iskandar muda menduduki tahta kerajaan pada tahun 1607 dengan usia yang masih sangat muda yaitu 14 tahun kapan tepatnya ia mulai memangku jabatan raja masih menjadi perdebatan di kalangan ahli sejarah,untuk itu penulis memutuskan hanya mencantumkan tahun beliau mulai menduduki kerajaan dan tidak menuliskan waktu persisnya,masa kekuasaan sultan iskandar muda tersebut ini dikenal sebagai masa paling gemilang dalam sejarah kerajaan aceh darussalam.Ia dikenal sangat piawai dalam membangun kerajaan aceh menjadi suatu kerajaan yang kuat, besar, dan tidak saja disegani oleh kerajaan-kerajaan lain di nusantara namun juga oleh dunia luar,pada masa kekuasaannya kerajaan aceh termasuk dalam lima kerajaan terbesar di dunia, wah hebat ya Sultan iskandar muda? benar-benar tokoh yang menginspirasi.

Sultan iskandar muda menikah dengan seorang putri dari kesultanan Pahang, yang lebih dikenal dengan Putroe Phang,dari hasil pernikahan ini sultan iskandar muda dikaruniai dua orang anak yaitu meurah pupok dan putri safiah. Kabarnya, sang ratu yaitu istri sultan iskandar muda  selalu sedih karena memendam rindu yang amat sangat terhadap kampung halamannya yang berbukit-bukit,karena terlalu cintanya sang sultan dengan istrinya,sultan memerintahkan pembangunan gunongan di tengah taman istana sebagai tanda cintanya dan juga untuk mengobati kerinduan sang ratu terhadap kampung halaman,hingga saat ini gunongan tersebut dan masih ada serta dapat disaksikan secara langsung. Walaupun sang sultan gagah berani ketika berperang menghadapi musuh namun sultan juga mempunyai sifat penyayang dan romantis juga.


Gunongan adalah sebuah taman yang terdapat dihalaman istana yang dibangun oleh sultan iskandar muda taman ini dibangun agar sang ratu tidak kesepian bila di tinggal sultan menjalankan pemerintahan sekaligus untuk mengobati kerinduannya terhadap kampung halaman,pembangunan taman dilakukan setelah kerajaan aceh menaklukkan kerajaan pahang di dalam taman ini terdapat pinto khop yaitu gerbang kecil berbentuk kubah yang merupakan pintu yang menghubungkan taman dengan istana.



                                         Gambar: Gunongan 
           

Sejak iskandar muda naik tahta perubahan-perubahan besar yang terencana berlaku dengan cepat terutama kemajuan ekonominya Ia menyimpulkan bahwa produk-produk hasil bumi nusantara merupakan bahan yang menjadi rebutan oleh orang-orang eropa,bahan komoditi ekspor yang bernilai tinggi diantaranya adalah emas dan lada yang pada saat itu banyak terdapat dikepulauan Sumatera.

Sultan iskandar muda juga sangat memperhatikan tatanan dan peraturan perekonomian kerajaan,dalam wilayah kerajaan terdapat bandar transito kutaraja,yang letaknya sangat strategis sehingga dapat menghubungkan roda perdagangan kerajaan dengan dunia luar terutama negeri barat,dengan demikian tentu perekonomian kerajaan sangat terbantu dan meningkat tajam. Rakyat aceh pun mengalami kemakmuran dengan pengaturan yang mencakup seluruh aspek kehidupan.

Menurut tradisi aceh, iskandar muda membagi wilayah aceh ke dalam wilayah administrasi yang dinamakan mukim dan ulèëbalang,mukim adalah himpunan beberapa desa yang dipimpin oleh seorang imam sedangkan ulèëbalang atau hulubalang adalah bawahan utama sultan yang dianugerahi dan dipercaya untuk mengelola dan menjalankan roda kerajaan didaerah mukim tersebut maka seorang imam yang dimaksud sebagai pemimpin di daerah mukim adalah hulubalang dari seorang sultan yang diawasi dengan ketat oleh iskandar muda sendiri.

Pada masa kekuasaannya sultan iskandar muda dikenal sebagai raja yang sangat tegas dalam menerapkan syariat Islam, sultan pernah mengeluarkan kebijakan tentang pengharaman riba dan terdapat sejumlah ulama besar yang ada disekitarnya antara lain adalah syiah kuala sebagai mufti besar di kerajaan aceh pada masa sultan iskandar muda hubungan keduanya adalah sebagai penguasa dan ulama yang saling mengisi proses perjalanan roda kerajaan,hubungan tersebut diibaratkan "Adat bak Peutoe Meureuhom, Hukom bak Syiah Kuala " kalimat tersebut dalam bentuk bahasa daerah aceh dan jika dalam bahasa indonesia adalah sebagai berikut “Adat di bawah kekuasaan sultan, kehidupan hukum beragama di bawah keputusan tuan syiah kuala”, sultan iskandar muda juga sangat mempercayai ulama lain yang sangat terkenal pada saat itu, yaitu Syeikh Hamzah fanshuri dan Syeikh Syamsuddin as-sumatrani. Kedua ulama ini juga banyak mempengaruhi kebijakan sultan,keduanya merupakan sastrawan terbesar dalam sejarah nusantara.

Selain itu langkah utama yang dilakukan sultan untuk memperkuat kerajaan adalah dengan membangun angkatan perang yang umumnya diisi dengan tentara-tentara muda dan membeli banyak persediaan senjata-senjata,saat itu kerajaan aceh memiliki kekuaatan militer yang sangat kuat ia pun segera mulai melakukan ekspedisi angkatan laut yang menyebabkan ia mendapatkan kendali yang efektif di daerah barat laut indonesia sultan iskandar muda pernah menaklukan Deli pada tahun 1612, Johor pada tahun 1613, pasukan portugis diperairan baning pada 1614, Pahang pada tahun 1618, Kedah pada tahun 1620, dan Nias pada tahun 1624,menakjubkan bukan?.

Sultan juga melakukan hubungan diplomasi internasional terhadap kerajaan-kerajaan lainnya sebut saja kesultanan utsmaniyah turki yang ketika itu sudah berkedudukan di konstantinopel dan dibawah kepemimpinan sultan Ahmad 1, luarbiasa bukan? kebesaran sultan iskandar muda sampai ke konstantinopel. Pada tahun 1612 sultan iskandar muda mengirim utusannya untuk menghadap sultan utsmaniyah yang berkedudukan di konstantinopel namun utusan kerajaan aceh terluntang-lantung demikian lamanya sehingga mereka harus menjual sedikit demi sedikit hadiah persembahan untuk kelangsungan hidup mereka,tidak ada sumber yang dapat memastikan dengan jelas mengenai mengapa utusan kerajaan aceh itu terluntang-lantung. 

Lalu pada akhirnya ketika mereka diterima oleh sang sultan persembahan mereka hanya tinggal menyisakan lada sicupak atau lada sekarung,namun sang sultan menyambut baik hadiah itu dan mengirimkan hadiah sebuah meriam dan beberapa orang yang cakap dalam ilmu perang untuk membantu kerajaan aceh,meriam tersebut masih ada hingga kini dikenal dengan nama “Meriam Lada Sicupak”. Pada masa selanjutnya sultan utsmaniyah mengirimkan sebuah bintang jasa kepada sultan aceh.

Juga pada tahun 1613 sultan iskandar muda menerima utusan dari kerajaan inggris yang kala itu dipimpin oleh  Raja James 1, dan pada tahun 1621 menerima utusan dari perancis yang membawa surat dari Raja Louis XIII yaitu Admiral De Beaulieu, utusan Raja Perancis tersebut semula bermaksud menghadiahkan sebuah cermin yang sangat berharga bagi sultan aceh. Namun dalam perjalanan cermin tersebut pecah hingga akhirnya mereka mempersembahkan serpihan cermin tersebut sebagai hadiah bagi sang sultan.

Menurut utusan perancis tersebut istana kesultanan aceh luasnya tak kurang dari dua kilometer, istana tersebut bernama “Istana Dalam Darud Donya” kini Meuligoe aceh yang menjadi kediaman gubernur aceh,di dalamnya meliputi medan khayali dan medan khaerani atau taman istana yang mampu menampung 300 ekor pasukan gajah. Sultan iskandar muda juga memerintahkan untuk menggali sebuah kanal yang mengaliri air bersih dari sumber mata air hingga ke aliran sungai dimana kanal tersebut melintasi istananya, sungai ini hingga sekarang masih ada dan dapat dilihat mengalir tenang di sekitar meuligoe di sanalah sultan ketika itu sering berenang atau menjamu tamu-tamu kehormatannya. Bagaimana,apakah anda terkesan dengan Sultan iskandar muda?

Tidak hanya sampai disitu saja,pangeran Maurice dari belanda juga pernah mengirim surat dengan maksud meminta bantuan pasukan kepada kesultanan aceh darussalam,sultan menyambut maksud baik mereka dengan mengirimkan rombongan utusannya ke belanda rombongan tersebut dipimpin oleh tuanku Abdul hamid rombongan inilah yang dikenal sebagai orang indonesia pertama yang berkunjung di belanda. Dalam kunjungannya tuanku Abdul hamid sakit dan akhirnya meninggal dunia,ia dimakamkan secara besar-besaran di belanda dengan dihadiri oleh para pembesar-pembesar belanda. Namun karena orang belanda belum pernah memakamkan orang secara islam, maka ia dimakamkan dengan cara agama nasrani di pekarangan sebuah gereja,kini di makam tuanku Abdul hamid terdapat sebuah prasasti yang diresmikan oleh mendiang yang mulia pangeran Bernhard suami mendiang ratu Juliana dan ayah dari yang mulia ratu Beatrix.

Pada tahun 1629 terjadi peristiwa pengepungan Malaka oleh kerajaan aceh yang sangat terkenal didunia ketika itu sultan iskandar muda menyerang malaka karena disana portugis mendirikan benteng pertahanan yang nantinya digunakan untuk menjajah wilayah nusantara,armada yang dikirim oleh sultan mencapai 236 buah kapal dengan 20.000 prajurit tempur kerajaan aceh mengepung malaka dalam waktu berbulan-bulan. Dalam pertempuran di benteng Madres Dios tersebut gubernur malaka De Fonseca tewas tertembak selama kurun waktu tersebut portugis diserang dari segala penjuru yang menyebabkan mereka kekurangan makanan dan tidak dapat mempertahankan benteng tersebut hingga akhirnya pasukan mereka mundur ke benteng terkuat yakni A Famosa.

Kerajaan aceh melanjutkan pengepungan di benteng ini, namun pengepungan gagal karena kuatnya benteng pertahanan musuh serta lemahnya pengawasan  dari daerah luar atau daerah laut sehingga muncul banyak bala bantuan dari pihak portugis, bahkan kapal besar aceh pun berhasil dikuasai dan pada saat itu aceh mengalami kekalahan yang hebat dan menderita banyak korban.

Sultan iskandar muda juga melancarkan serangan lainnya dalam waktu yang berbeda sebanyak 16 kali untuk menembus benteng pertahanan portugis, meski semuanya gagal karena kuatnya benteng portugis, kekalahan tersebut menyebabkan jumlah penduduk turun drastis sehingga sultan iskandar muda mengambil kebijakan untuk menarik seluruh pendudukan di daerah-daerah taklukannya, seperti di Sumatera Barat, Kedah, Pahang, Johor dan Melaka, serta Deli, untuk migrasi ke daerah aceh inti.

Pada akhirnya semua perjalanan pasti menemui garis akhir maka sultan iskandar muda meninggal di aceh pada tanggal 27 Desember 1636 dalam usia yang terbilang masih cukup muda yaitu 43 tahun,lima belas hari sebelum wafatnya sultan menghukum putranya sendiri yaitu meurah pupok karena putra sultan telah melakukan perzinaan dengan seorang istri penduduk karena hal tersebut maka putranya itu dikenakan hukuman rajam.

Oleh karena sudah tidak ada anak laki-lakinya yang masih hidup maka tahta kekuasaanya kemudian dipegang oleh menantunya sultan iskandar thani,yang berkuasa selama 5 tahun yakni dari tahun 1636 sampai 1641 kemudian sultan iskandar thani wafat, setelah wafat tahta kerajaan kemudian dipegang janda sultan iskandar thani, yaitu sultanah tajul alam syafiatudin syah atau puteri safiah yang berkuasa selama kurun waktu 35 tahun yaitu dari tahun 1641 sampai 1675,yang juga merupakan puteri dari sultan iskandar muda. 



                                          Gambar: Makam Sultan Iskandar Muda




Demikianlah sajian lengkap dari penulis mengenai profil tokoh dari Sultan Iskandar Muda semoga bisa dijadikan bahan rujukan bagi siapa saja apabila memang dibutuhkan,penulis menyadari bahwa profil tokoh diatas tidaklah lengkap secara sempurna itu dikarenakan keterbatasan data,sumber dan informasi yang penulis miliki namun semoga dapat berguna dan bermanfaat,pastikan anda terus mengunjungi Kanaha untuk informasi-informasi yang bermanfaat.





Sumber:  1.  Wikipedia
                2. Dari berbagai sumber
                3. Tenda sejarah.com
   4. Aceh.my.id
                5. Sosihistoryedi.blogspot.co.id






ARTKEL TERKAIT



Tidak ada komentar:

Posting Komentar